#2294
Image

Jakarta - Tingginya popularitas transportasi online sempat memunculkan layanan-layanan serupa lainnya yang mencoba peruntungan. Meski tak sedikit yang akhirnya tumbang, hal itu tak menyurutkan Atrans, layanan penyedia transportasi online terbaru yang siap menantang Go-Jek, Grab, dan Uber.

Atrans, yang aplikasinya sudah bisa diunduh di Play Store sejatinya menyodorkan kelebihan yang sama dengan layanan lainnya yang sudah duluan beredar. Namun Arynto C. Samudro, Managing Director Atrans, sesumbar memiliki satu fitur yang tidak dimiliki pesaing.

Bos Atrans itu menyebutnya sebagai fitur rent. Sesuai namanya fitur rent di layanan Atrans memungkinkan penggunanya melakukan penyewaan kendaraan beserta drivernya secara online. Adapun tarif yang ditawarkan dihitung per jam.

Meski baru terdengar, Atrans bukan pemain baru di bisnis transportasi. Perusahaan ini sebelumnya merupakan pemain lama di bisnis rental rental kendaraan, yang kemudian mencoba peruntungannya di bisnis transportasi online.

"Bedanya dengan layanan serupa lainnya, kami benar-benar perusahaan rental yang go online. Kami bukan perusahaan aplikasi," jelas Arynto, di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Image

Atrans mengaku saat ini baru memiliki ratusan mitra driver, baik yang menggunakan sepeda motor maupun mobil yang tersebar di sejumlah titik di Jakarta. Namun sampai akhir tahun diharapkan target sebanyak 30 ribu mitra driver bisa tercapai.

Demi penyerapan mitra pengemudi yang lebih cepat, Atrans menyebut mengunakan agen-agen transportasi. Sejauh ini tercatat sudah ada 14 agen transportasi yang tergabung dalam layanan Atrans. Selanjutnya agen-agen tersebut yang akan menyediakan mitra pengemudi bagi Atrans.

Pemilihan agen transportasi oleh Atrans juga tidak asal-asalan. Layanan ini mengatakan hanya agen transportasi yang telah memiliki izin angkutan khusus non-trayek yang bisa jadi rekanannya. Dengan begitu mitra pengemudi yang berada di bawah naungan Atrans juga telah memenuhi regulasi pemerintah.

Karya Anak Bangsa

Dibanding layanan penyedia transportasi online yang sudah ada duluan, Atrans mengaku layanannya yang paling Indonesia. Pasalnya tak seperti salah satu pesaingnya yang sudah dimasuki campur tangan asing, Atrans sesumbar layanannya sepenuhnya ditangani anak bangsa.

Dalam artian, dari mulai pengembangan aplikasi hingga investasi benar-benar berasal dari tangan putra-putri Indonesia.

"Kami benar-benar karya anak bangsa. Kami tak ada investor asing, jadi benar-benar Indonesia," pungkas Arynto. (yud/rou)
Organda DIY: MA Ngaco

http://cdn.metrotvnews.com/dynamic/co[…]

http://cdn.metrotvnews.com/dynamic/co[…]

http://cdn.metrotvnews.com/images/lib[…]

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perhubungan […]